Menurutnya, dengan adanya perluasan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.
Dalam rencana pembangunan ini, Pakde Karwo minta untuk meminimalisasi timbulnya konflik sosial di masyarakat, terutama terkait pembebasan lahan. “Akan tetapi proyek ini sebagian besar merupakan reklamasi laut, sehingga saya harap bisa mengurangi konflik sosial”, ujarnya.
Selama ini, Bandara Juanda dinilai kelebihan muatan. Pasalnya, bandara yang terletak di Kabupaten Sidoarjo itu hanya memiliki satu landasan pacu (runway) untuk melayani dua terminal (Terminal 1 dan Terminal 2) dengan rute penerbangan domestik dan internasional. Ke depan, Bandara Juanda akan ditambah 2 runway baru, sehingga total ada 3 runway.
Rencananya, perluasan Bandara Juanda dan pembangunan Terminal III ini akan dibangun menjadi Kawasan Bandara Terpadu. Dimana di dalamnya terdapat kawasan bisnis, perdagangan serta pergudangan. Akses dari dan menuju bandara juga akan dilengkapi dengan jalur kereta api.












