“Untuk itu kami mencoba reguler supaya kunci konsistensi pembangunan ekonomi kreatif melalui budaya dan kesenian terjaga,” ujar Heri.
Heri menyatakan, ada banyak tujuan digelarnya Eksotika Bromo 2018. Yaitu menjadi magnet wisatawan nusantara dan mancanegara. Selain itu juga bertujuan memberi pendampingan kepada masyarakat Tengger, khususnya area Sukapura mengenai manajemen event yang menarik.
“Apalagi ini merupakan wadah baru penyajian kesenian yakni sajian seni yang bersanding dengan alam,” ujar Heri.
Namun demikian, lanjut Heri, tujuan utama digelarnya event Eksotika Bromo 2018 adalah peningkatan wisatawan mancanegara ke Indonesia secara berkelanjutan. Apalagi, banyak manfaat ekonomi dari pengembangan wisata tersebut.
Menurutnya, ratusan kelompok etnis dan budaya kesenian juga dapat dianggap sebagai potensi pariwisata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut. Sayangnya, tidak semua pihak menyadari pentingnya konsep tersebut.



