Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Sidik Wijanarko mengungkapkan, Eksotika Bromo 2018 kali kedua digelar. Tahun lalu, event serupa juga diadakan bertepatan dengan upacara Yadnya Kasada.
Sidik menyatakan, ajang tersebut masih dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bromo. “Baik itu kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Apalagi Bromo kan merupakan destinasi wisata internasional,” ujar Sidik saat menggelar konferensi pers di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jumat (29/6).
Sidik merasa, kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru perlu terus ditingkatkan dengan berbagai cara. Event-event seperti Eksotika Bromo 2018 dirasanya efektif dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, termasuk wisatawan mancanegara. Apalagi, lanjut Sidik, peningkatan kunjungan wisatawan ke wilayah setempat akan menimbulkan multiefek bagi masyarakat sekitar.
“Ujungnya akan berpengaruh pada peningkatan perekonomian masyarakat Suku Tengger di kaki Gunung Bromo ini,” kata Sidik.
Koordinator gelaran Eksotika Bromo 2018 Heri Lentho Prasetyo mengatakan, pemanfaatan ruang publik Lautan Pasir Gunung Bromo pada event Eksotika Bromo 2018 diharapkan menjadi pendorong terciptanya jiwa inovatif. Dia juga berharap terciptanya interaksi antar individu maupun kelompok menjadi lebih semarak dalam wadah apresiasi dan sinergi.



