Dengan fatwa itu, kata dia, logika yang dibangun adalah jika memilih calon lain, maka akan diganjar dosa oleh Allah SWT.
“Oleh karena itu, kami mendesak fatwa itu dicabut! Saya berharap fatwa ini segera ditarik dan diberikan klarifikasi lebih lanjut. Jangan dilemparkan ke publik fatwa-fatwa seperti ini,” tegasnya.
Seperti banyak diberitakan di media massa, sejumlah pendukung Khofifah menggelar pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni 2018 lalu. Hasilnya, tercetus surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018.
Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dalam pertemuan itu, serta memberikan sambutan.












