Setelah itu kondisi langsung pulih dan terjadi peningkatan sampai 50% pada pekan kedua setelah bom. Bahkan, memasuki bulan puasa ditambah adanya libur hari besar pada Mei terjadi peningkatkan 34%.
Apkrindo berharap, kenaikan itu dapat berlanjut hingga dua pekan setelah Lebaran. Di sisi lain, jumlah kafe dan resto yang muncul tahun ini juga tumbuh. Setidaknya, ada satu grup besar dengan 4 merek yang siap masuk ke pasar Surabaya. “Tumbuhnya kafe resto seiring dengan dibukanya mal-mal baru, karena selama ini 50% tenant yang masuk mal adalah Food and Beverage (F&B),” ungkap Tjahjono. (Jat.n/wan )
Lebaran, Bisnis Kuliner Jatim Diprediksi Tumbuh 34 persen












