Bandara Juanda sebagai pintu gerbang utama Jatim rencana dikembangkan menjadi Juanda Airport City dengan luas lahan sekitar 6.000 Ha, dimana 1.750 Ha digunakan untuk fasilitas Bandara, dan 4.250 Ha digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan wisata. Pengembangan Bandara Juanda tersebut dengan menambah 2 runway dan 1 gedung terminal dengan kapasitas 70 juta penumpang pertahun dengan aksesibilitas langsung ke Jalan Tol dan terintegrasi dengan Kereta Bandara.
Saat ini konektivitas Bandara Juanda Surabaya-Bandara Husein Sastranegara Bandung dilayani 5 flight perhari. Dengan dioperasikannya rute baru Juanda Surabaya-Kertajati, maka frekuensi penerbangan Jatim-Jabar menjadi 6 kali PP perhari.



