Pesan yang disampaikan melalui seni juga diharapkan mendorong masyarakat ikut berpartisipasi.
“Pendekatan budaya diharapkan mampu membuat pesan kesetaraan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan,” imbuhnya.
Namun, Relita mengingatkan agar pesan pertunjukan tidak berhenti setelah acara selesai.
Setiap kecamatan diharapkan menerjemahkannya menjadi program nyata yang berdampak bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak.
“Pemkot berharap kegiatan ini sebagai inspirasi untuk mewujudkan Surabaya yang semakin responsif gender, memberdayakan perempuan, dan peduli anak,” pungkasnya. (*)



