Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Relita Wulandari, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perlombaan antarkecamatan.
“Fragmen Suroboyoan menjadi inovasi pembangunan responsif gender dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat,” kata Relita.
Menurutnya, pendekatan budaya membuat isu kesetaraan lebih dekat dengan keseharian warga.
Tema Ruang Bersama Indonesia juga menegaskan bahwa perempuan, laki-laki, dan anak memiliki hak serta kesempatan yang sama dalam pembangunan.
“Tema Ruang Bersama Indonesia mengandung makna bahwa setiap orang, baik perempuan, laki-laki maupun anak, memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk berpartisipasi serta memperoleh manfaat pembangunan,” jelasnya.
Keterlibatan seluruh kecamatan diharapkan memperkuat kerja bersama dalam membangun wilayah yang responsif gender.



