Materinya juga mencakup kesiapan memasuki dunia kerja atau work-readiness, hingga akses penempatan melalui jaringan mitra.
Sementara bagi peserta yang memilih jalur usaha mandiri, program diarahkan untuk membantu mereka mengembangkan usaha maupun jasa yang dijalankan secara mandiri.
Menariknya, dukungan tidak berhenti ketika pelatihan selesai.
Peserta berkesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi sesuai bidang pelatihan dan hasil evaluasi program.
Selain itu, tersedia pula pendampingan pascapelatihan hingga 12 bulan.
Program juga memperkuat pemantauan dampak melalui pendataan awal atau baseline, identitas unik peserta, hingga pemantauan pendapatan secara berkala.
Direktur Corporate Affairs ParagonCorp Astri Wahyuni mengatakan bahwa pengembangan Paradaya Movement 3.0 merupakan bagian dari upaya untuk terus belajar dari pelaksanaan sebelumnya dan memperkuat dukungan sesuai kebutuhan peserta.
“Bagi kami, pemberdayaan tidak berhenti pada memberikan akses pelatihan, tetapi juga bagaimana keterampilan yang dipelajari dapat membuka kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi para peserta,” jelasnya pada Selasa, 3 November 2026 di Jakarta.
Melalui Paradaya Movement 3.0 pihaknya ingin terus belajar dari pelaksanaan sebelumnya dan memperkuat dukungan yang sesuai dengan kebutuhan peserta, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
“Kami percaya, ketika akses terhadap keterampilan dan kesempatan semakin terbuka, semakin banyak orang dapat bertumbuh dan membangun kemandirian ekonomi bersama,” ujar Astri.
Dalam pelaksanaannya, ParagonCorp menggandeng organisasi pengelola zakat (OPZ), lembaga pelatihan, serta mitra yang dapat menyerap tenaga kerja.



