Puncak rangkaian berikutnya berupa jelajah kampung budaya pada 28-29 November 2026.
Beragam agenda tersebut memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal warisan budaya melalui pengalaman langsung.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer melalui AKP Umi Antum Farich menyampaikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang berorientasi pada pelestarian budaya.
“Polri mendukung berbagai kegiatan positif masyarakat, termasuk pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, komunitas budaya, dan seluruh elemen masyarakat, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif,” ungkapnya.
Melalui Wanara Seba 2026, Museum Semedo tidak hanya menjadi tempat mengenal peninggalan masa lalu.
Ruang ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk merawat identitas budaya Tegal melalui seni, diskusi, dan kegiatan bersama. (*)



