Namun, di balik berbagai persiapan tersebut, Stephanie mengakui tetap ada rasa deg-degan.
Apalagi, panggung yang akan dihadapinya mempertemukan peserta dari berbagai negara dengan latar belakang dan karakter yang berbeda.
“Untuk di belakang layar sih pastinya super deg-degan dan excited, karena kan selain bertemu teman-teman baru, tetap harus memperjuangkan agar Indonesia win the main crown,” kata Siswa SMA Cita Hati ini.
Meski begitu, rasa gugup tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dinikmatinya.
Stephanie masih terus melakukan finalisasi berbagai kebutuhan agar seluruh persiapannya bisa maksimal ketika tiba di panggung internasional.
“Jadi sebenarnya masih agak deg-degan dan sekarang masih agak finalizing juga untuk seluruh persiapannya supaya perfect waktu sampai di international stage-nya,” tuturnya.
Bukan hanya penampilan yang dipersiapkan. Stephanie juga membawa pengalaman advokasi yang sebelumnya telah dilakukannya bersama Generasi Cerah Pelajar Indonesia.
Bersama tim tersebut, ia terlibat dalam kegiatan edukasi di 10 sekolah dan lima panti asuhan.
Pengalaman bertemu langsung dengan anak-anak dan menyampaikan edukasi mengenai kesehatan serta lingkungan menjadi bagian dari perjalanan yang turut membentuk persiapannya menghadapi panggung internasional.
Salah satu isu yang ia bawa berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan serta lingkungan.
Menurutnya, anak muda juga memiliki ruang untuk menyuarakan persoalan yang terjadi di sekitarnya.



