“Nah, saya kira itu yang harus dikaji dan ditingkatkan, opsi yang lebih baik daripada hanya memilih opsi ganjil genap,” tegas Josiah.
Ia menilai pembenahan transportasi publik dapat menjadi fondasi penting dalam mengatasi persoalan lalu lintas di Surabaya.
Ketika masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang memadai, pilihan untuk meninggalkan kendaraan pribadi akan semakin terbuka.
Karena itu, di tengah munculnya wacana ganjil-genap, Josiah mendorong Pemkot Surabaya tidak hanya memikirkan bagaimana membatasi kendaraan pribadi.
Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memiliki moda transportasi publik yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari. (*)






