“Kalau di Jakarta itu banyak sekali jalan tikus, jalan tembusnya, sehingga bisa dilakukan ganjil genap,” ujarnya.
Sementara itu, Josiah menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya ditemukan di Surabaya.
Ia secara khusus menyoroti kawasan Surabaya Barat yang menurutnya memiliki jumlah ruas jalan terbatas.
“Sekarang coba kalau dilakukan di Surabaya, Surabaya Barat, jelas tidak bisa dengan ganjil genap karena apa? Jalan di Surabaya Barat itu kan cuman hanya ada beberapa ruas saja,” tegasnya.
Menurut Josiah, keterbatasan pilihan ruas jalan tersebut berpotensi membuat penerapan ganjil-genap justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Pengendara yang kendaraannya tidak sesuai dengan aturan berpotensi kesulitan mencari jalur alternatif.
Meski demikian, ia melihat penerapan pembatasan kendaraan mungkin memiliki peluang untuk dikaji di wilayah tertentu.




