“Sasaran UMKM sektor primer dengan bunga murah, cara mudah dan layanan cepat. PT. Bank Jatim dan BPR memastikan obyek pembiayaan (industri primer) dan target / nasabah / debitur tercatat by name by address. Setelah diberi pembiayaan murah, produk yang dihasilkan harganya lebih kompetitif.” jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
Menurutnya, langkah ini senada dengan sasaran utama Pemprov pada 2016 menjadikan Jatim sebagai provinsi industri, tepatnya industri primer. Mulai dari yang kecil, menengah, hingga atas. Industri primer mengolah produksi sektor primer fase pertama.
Pakde Karwo juga menyampaikan keunggulan Jatim dalam perdagangan antar provinsi. Dalam pengembangan pasar yang kompetitif, Pemprov Jatim memperkuat pengembangan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi se-Indonesia, yang sudah mulai beroperasional sejak tahun 2010.
“Tahun lalu dari Jatim ke luar provinsi itu Rp. 415 triliun. Sedangkan yang masuk ke Jatim Rp. 325 triliun. Jadi ada surplus capital inflow Rp. 90 triliun,” jelasnya.












