Anak muda mengembangkan usaha penyediaan telur hingga penjualan parfum dan deodoran.
Ada pula kegiatan pemutaran film dengan konsep layar tancap atau misbar (gerimis bubar).
Aktivitas tersebut bukan hanya menjadi wadah kreativitas.
Kegiatan anak muda juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat sekitar.
Eri berharap kegiatan tersebut membuat Kampung Pancasila semakin hidup.
Nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial perlu diterapkan melalui aktivitas sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan.
“Lewat kegiatan anak-anak muda ini, kita ingin Kampung Pancasila benar-benar hidup, nilai-nilainya diterapkan sehari-hari. Anak-anak muda bisa bergerak bersama, saling membantu, menjaga kerukunan, dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jadi, semangat Pancasila itu betul-betul dirasakan masyarakat,” ungkapnya.



