Melalui Karang Taruna dan aktivitas di balai RW, anak muda mulai mengembangkan berbagai usaha yang dekat dengan kebutuhan warga.
Beberapa di antaranya bergerak di bidang penyediaan telur, penjualan parfum, hingga deodoran.
Kegiatan pemuda juga merambah sektor sosial dan ekonomi kreatif melalui pemutaran film dengan konsep layar tancap atau misbar (gerimis bubar).
Kegiatan semacam ini turut membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk.
Dengan begitu, aktivitas anak muda tak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga bisa menggerakkan ekonomi lingkungan.
Eri mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan Kampung Pancasila.



