“Kalau melihat grafik pengguna, kenaikannya cukup signifikan. Karena itu, kami terus mengevaluasi kapasitas kendaraan agar layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Tak berhenti pada penambahan armada, Dishub Surabaya juga merencanakan pengembangan jaringan transportasi umum.
Rencana tersebut mencakup pembukaan 11 rute angkutan utama dan 30 rute feeder.
Angkutan utama berupa bus akan melayani koridor perjalanan besar.
Sementara itu, feeder berfungsi menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur utama agar warga lebih mudah menjangkau transportasi umum.
Eni menjelaskan, pengembangan jaringan akan mengoptimalkan armada yang tersedia.
Rute feeder dengan tingkat keterisian tinggi berpeluang ditingkatkan melalui skema Buy The Service (BTS). Adapun armada dari skema swakelola dapat digunakan untuk mendukung pembukaan rute baru.
“Kami berharap bisa membuka rute-rute baru sesuai perencanaan. Armada yang ada akan kami optimalkan agar semakin banyak wilayah terjangkau dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (*)



