“Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah armada dan rute, tetapi bagaimana masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dengan nyaman, mudah dijangkau, dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Selain rute dan kapasitas kendaraan, infrastruktur pendukung juga perlu diperhatikan.
Akses pejalan kaki menuju titik pemberhentian, keamanan penumpang, kepastian jadwal, serta kemudahan berpindah kendaraan turut menentukan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
Dishub Surabaya menyebut jumlah pengguna transportasi umum sepanjang 2025 berada di kisaran tujuh juta pengguna.
Peningkatan penggunaan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi kapasitas armada dan menyiapkan pengembangan layanan ke depan.
Bagi DPRD, pengembangan jaringan transportasi umum perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan warga.
Keberhasilan layanan tidak hanya diukur dari bertambahnya kendaraan atau rute, tetapi juga dari kemudahan masyarakat menjangkau transportasi publik dan keterhubungan antarkawasan.
Achmad berharap pengembangan feeder WiraWiri dapat berjalan seiring dengan pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan.
“Tujuan utama dari transportasi umum adalah mendekatkan hunian atau pemukiman warga dengan kebutuhan warga seperti, perkantoran, pusat bisnis, pemerintahan, pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (*)





