Dalam moment tersebut, acara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Risma selaku pimpinan ziarah. Setelah itu, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta peletakan karangan bunga. Sebuah karangan bunga diletakkan Wali Kota Risma di bawah monumen Garuda Pancasila dan Pejuang.
Usai peletakan karangan bunga, dilanjutkan dengan tabur bunga ke beberapa makam pahlawan. Beberapa batu nisan bertulis tak dikenal juga mendapat taburan bunga dari wali kota perempuan pertama di Surabaya ini. Dalam kesempatan ini, Wali Kota Risma juga sedikit bercerita kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, bahwa di area TMP ini banyak sekali terdapat makam dengan batu nisan yang pendek dan tidak diketahui namanya.
“Ini pahlawan yang tidak dikenal pak (sambil tunjuk makam). Ini makam pahlawan yang benar-benar terjadi tahun 1945. Dan itu masih banyak lagi ribuan yang dimakamkan dimana-mana,” kata Wali kota Risma, kepada Kapolrestabes Surabaya.
Selain itu, ia juga bercerita kepada Kapolrestabes dan Danrem 084/Bhaskara Jaya bahwa dulu orang tuanya juga seorang pejuang. Pada zaman penjajahan dulu, orang tua Wali Kota Risma sering mengantarkan jenazah para pahlawan yang telah gugur di medan perang. “Orang tua saya dulu juga seorang pejuang. Beliau sering mengantarkan jenazah pahlawan yang telah gugur,” imbuhnya.



