Multazam juga mengingatkan bahwa tema Hari Santri Nasional tahun ini, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut dia, tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai tulisan di spanduk atau slogan dalam pidato. Semangat Hari Santri harus menjelma menjadi tekad, gerakan, dan kontribusi nyata untuk masa depan bangsa.
“Jangan biarkan tema ini berhenti menjadi tulisan di spanduk atau sekadar menjadi slogan di panggung. Jadikan ia tekad, jadikan ia gerakan, jadikan ia kerja nyata. Sebab, Indonesia Emas tidak akan lahir nyata dari pidato yang indah,” ujarnya.
Ia menambahkan, cita-cita Indonesia Emas membutuhkan fondasi kuat, mulai dari pendidikan berkualitas, ekonomi yang berkeadilan, politik yang bermartabat, hingga kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat.
Dalam konteks tersebut, santri memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan kapasitas diri sekaligus mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Santri harus mampu menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam tindakan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton ketika sejarah ditulis. Santri harus tampil sebagai penentu arah zaman,” pungkasnya.
Melalui apel Hari Santri Nasional ini, DPW PKB Jatim mendorong semangat santri agar terus tumbuh menjadi kekuatan penggerak perubahan. DPW PKB Jatim menutup rangkaian apel Peringatan Hari Santri dengan Penyerahan 5000 bibit pohon secara simbolis ke peserta apel. (caa)



