“Berarti, jihad santri hari ini adalah melawan karhutla,” tandasnya.
Menurut dia, menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas di lapangan. Santri harus mengambil peran dengan mengedukasi masyarakat, membangun kepedulian lingkungan, serta mencegah berbagai praktik yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita sebagai manusia. Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan generasi mendatang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh santri untuk menjadikan momentum Hari Santri Nasional sebagai gerakan kepedulian lingkungan bersama, bukan sekadar seruan seremonial setiap peringatan Hari Santri.
“Kalau belum mampu memadamkan api, jangan menjadi penyebab kebakaran. Kalau belum mampu meredakan bencana, setidaknya jangan ikut menciptakannya,” tegasnya.
Santri Harus Menjadi Penentu Arah Zaman



