Untuk melengkapi kemampuan angkut taktis, Indonesia juga mendatangkan delapan helikopter H225M Caracal dan dua helikopter H225T VVIP.
Di lingkungan TNI Angkatan Darat, dua helikopter Mi-35M buatan Rusia diterima pada pertengahan 2026.
Helikopter tersebut mulai beroperasi di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, pada awal September.
Meski memiliki kemampuan tempur, helikopter Mi-35M direncanakan lebih banyak mendukung pengiriman logistik di Papua.
Kondisi geografis wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi kebutuhan ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat pada September 2026.
Kendaraan ini mampu membawa 24 personel dan bergerak di darat maupun air.
AAV-M35 menggunakan mesin berkekuatan 525 horsepower.
Kendaraan tersebut dapat melaju hingga 75 kilometer per jam di darat dan 15 kilometer per jam di air.
Persenjataannya mencakup senapan mesin kaliber 12,7 milimeter serta pelontar granat otomatis 40 milimeter untuk mendukung operasi tempur.
Ragam pengadaan itu memperlihatkan penguatan kemampuan TNI di berbagai matra.
Kapal perang mendukung pengamanan laut, pesawat tempur memperkuat pertahanan udara, sedangkan pesawat angkut dan helikopter dapat membantu mobilitas personel maupun distribusi logistik.
Dalam semangat Dua Tahun Gerak Nyata, penambahan alutsista diharapkan membuat TNI semakin tangguh dan efektif.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh perangkat siap digunakan, terawat, dan didukung personel terlatih agar mampu menjalankan fungsi pertahanan sekaligus membantu masyarakat ketika dibutuhkan. (*)












