Namun, ia menyarankan penggunaan kandang baterai untuk bebek karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi Desa Sedeng.
“Menurut saya teknik ini dapat dilakukan, namun peternak perlu memperhatikan kebersihan dan kesehatan yang sangat ketat agar kualitas masing-masing panen tetap terjaga,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan peternakan terpadu tidak hanya ditentukan oleh efisiensi penggunaan lahan, tetapi juga pengelolaan lingkungan serta pemeliharaan kesehatan ternak.
Aspek kebersihan perlu menjadi perhatian agar kualitas hasil budidaya bebek maupun lele tetap terjaga.
Selain pengelolaan kandang dan lingkungan, dukungan nutrisi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Prof. Hadi menyebut premiks omega dan tepung cacing yang kaya omega sebagai alternatif bahan pendukung nutrisi untuk membantu meningkatkan kualitas ternak.
Melalui kegiatan pendampingan ini, FKH UNAIR berharap para peternak dapat mengembangkan usaha berdasarkan pengetahuan yang tepat.






