Ia terakhir kali memanen lele pada awal 2026 dan kemudian mengikuti pelatihan untuk memperdalam pengetahuan mengenai teknik pemberian pakan yang tepat.
Dari pengalaman tersebut, Yunus mulai memikirkan kemungkinan menggabungkan budidaya lele dengan peternakan bebek.
Ia membayangkan bebek ditempatkan di bagian atas, sementara kolam lele berada di bawahnya.
Dalam konsep yang dirancang, kotoran bebek diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi ikan.
Gagasan ini menjadi salah satu upaya Yunus mencari model usaha yang lebih efisien dengan memanfaatkan ruang dan potensi peternakan yang tersedia.
Meski begitu, penerapannya tetap membutuhkan perencanaan agar pengelolaan kedua jenis ternak tidak menimbulkan persoalan baru.
Ketua pelaksana pengabdian masyarakat FKH UNAIR, Prof. Dr. Sunaryo Hadi Warsito, drh., MP., menilai konsep tersebut berpotensi diterapkan.






