Masing-masing menawarkan pengalaman belajar yang berbeda, dari mengenal sejarah kota hingga memahami lingkungan dan potensi wisata alam.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung materi yang dipelajari.
Sekolah pun memiliki alternatif kegiatan edukasi tanpa harus menempuh perjalanan ke daerah lain.
Febri meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan KTS di sekolah negeri.
Jika masih ada SD atau SMP negeri yang mengajak siswa berkegiatan ke luar kota, masyarakat diminta melaporkannya kepada Dispendik Surabaya.
“Jadi kenapa kita harus keluar (kota) kalau kita punya hal ini. Nah, kalau ternyata di (SD-SMP) negeri ada pihak sekolah yang mengajak ke luar kota, silakan laporkan ke kami,” pungkasnya. (*)






