Menurut Febri, sekolah dapat menjadikan ruang publik sebagai tempat belajar yang lebih kontekstual.
Siswa bisa mengenal sejarah, lingkungan, dan berbagai potensi kota melalui kunjungan langsung ke lokasi.
“Silakan kalau misalkan memang mau outing class atau KTS, kita punya beberapa ruang atau space publik di Surabaya. Ada kota lama, bisa di situ untuk menjadi area belajar anak-anak,” katanya.
Dispendik Surabaya juga telah menginstruksikan SD dan SMP negeri agar memaksimalkan kegiatan KTS di dalam kota.
Untuk memperluas pilihan lokasi, Dispendik berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait.
“Kalau di (SD-SMP) negeri sudah kita maksimalkan untuk (kegiatan) di Surabaya. Ada tempat-tempat tertentu yang mungkin kita kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Pariwisata (Disbudporapar). Itu ada beberapa tempat,” jelasnya.
Sejumlah lokasi yang bisa dimanfaatkan antara lain kawasan Kota Lama Surabaya, Kebun Raya Mangrove, dan Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri.






