Air banyak digunakan untuk mendukung sistem pendinginan karena kemampuannya menyerap panas.
Namun, ketergantungan terhadap air bersih bukan satu-satunya pilihan.
Menurut Yutika, air daur ulang atau non potable yang telah diolah sesuai spesifikasi teknis dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan air layak konsumsi.
“Dampaknya sangat bervariasi bergantung pada lokasi, teknologi pendinginan, dan kondisi sumber daya air setempat. Kebutuhan dasar masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan air,” tegasnya.
Karena itu, pembangunan pusat data tidak cukup hanya mempertimbangkan kebutuhan teknologi dan energi.
Perencanaan juga harus memperhitungkan daya dukung lingkungan serta ketersediaan air di wilayah sekitar agar operasional fasilitas tidak mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.
Yutika menyebut, upaya menekan konsumsi air dapat dilakukan dari berbagai sisi.







