Ia menilai keberadaan panggung budaya di tengah permukiman memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar menghadirkan hiburan.
Ketika warga berkumpul, pedagang makanan, pelaku UMKM, hingga jasa parkir lokal ikut mendapatkan manfaat ekonomi.
“Ketika panggung budaya hidup, puluhan pedagang kecil, stan kuliner rumahan, hingga jasa parkir pemuda setempat langsung bergerak mandiri. Inilah esensi pemberdayaan ekonomi berbasis kultur budaya dan komunitas yang riil tanpa retorika,” lanjutnya.
Cak Yebe juga melihat kegiatan budaya sebagai salah satu cara membangun interaksi sosial masyarakat.
Menurut dia, ruang berkumpul yang diisi dengan kegiatan positif dapat mempertemukan warga dari berbagai latar belakang dalam suasana yang lebih cair.
Hal tersebut, menurutnya, juga berkaitan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan kebudayaan dinilai dapat menjadi bagian dari strategi preventif untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.







