Michael menilai deteksi dini juga menjadi kunci mencegah campak berkembang menjadi KLB.
Puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan swasta harus memiliki mekanisme pelaporan cepat serta segera melakukan penyelidikan epidemiologi jika ditemukan indikasi penularan berkelompok.
“Jangan sampai peningkatan kasus baru diketahui setelah penularan meluas di lingkungan keluarga, sekolah, atau permukiman,” kata Politisi PSI ini.
Ia pun meminta Pemkot Surabaya memiliki pemetaan wilayah dan kelompok anak yang berisiko, berdasarkan cakupan imunisasi, temuan kasus, kepadatan permukiman, mobilitas penduduk, dan akses layanan kesehatan.
“Apakah Pemerintah Kota Surabaya telah memiliki pemetaan wilayah berisiko campak sampai tingkat kelurahan, dan bagaimana mekanisme tindak lanjut apabila ditemukan peningkatan kasus di wilayah tertentu?” tanyanya.
Peran KSH juga perlu diperkuat.
Menurut Michael, kader tidak cukup hanya diberi tugas menyampaikan SE kepada masyarakat, tetapi harus dibekali pemahaman mengenai gejala campak, pencegahan, serta mekanisme pelaporan kepada Puskesmas.
“Jangan hanya diberi tugas menyosialisasikan surat edaran, tetapi juga perlu memiliki alur koordinasi dan pelaporan yang jelas,” katanya.





