Puguh menyoroti sejumlah tantangan pendidikan yang masih perlu mendapat perhatian, mulai dari pemerataan kualitas pendidikan antardaerah, kesenjangan mutu sekolah di perkotaan dan pedesaan, keterbatasan akses serta infrastruktur pendidikan, hingga kesejahteraan guru.
Ia berharap figur-figur yang terpilih nantinya tidak hanya memiliki kapasitas, tetapi juga memahami persoalan pendidikan secara langsung di berbagai wilayah Jawa Timur. Dengan begitu, Dewan Pendidikan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perbaikan layanan pendidikan.
“Harapannya, Dewan Pendidikan periode 2027–2032 bisa menjadi salah satu instrumen untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan yang masih kita hadapi. Jangan sampai kemajuan pendidikan hanya terlihat dari capaian tertentu, tetapi pemerataan kualitas dan aksesnya belum terpenuhi,” tegasnya.



