Selain penghargaan, FBI mengundang empat personel Ditressiber Polda Jateng mengikuti program pelatihan di Bali pada November 2026.
Kesempatan tersebut diharapkan memperluas pengetahuan dan keterampilan penyidik sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam menangani kejahatan siber.
“Kami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara di wilayah Jawa Tengah,” lanjutnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Rob Nelson selaku Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime, Tomika Patterson selaku Resident Legat Advisor OPDAT, Cut Yunita dan Ranita Agustina sebagai staf lokal OPDAT dan FBI Legat Office, serta sejumlah pejabat utama Polda Jateng.
Polda Jateng berharap kemitraan dengan FBI dan OPDAT terus berkembang melalui koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas penyidik, dan dukungan keahlian dalam penanganan perkara siber.
Wahyu menegaskan, peningkatan kemampuan personel dan kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari penipuan daring.
“Kejahatan siber dapat menyasar siapa saja dan menimbulkan kerugian yang besar.Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan kemampuan penyidik, memperkuat kerja sama dengan mitra penegak hukum, serta mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan di ruang digital. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat upaya bersama dalam mengungkap kejahatan siber dan melindungi masyarakat dari berbagai bentuk penipuan daring,” pungkasnya. (*)









