Hal itu menjadi penting bagi Klungkung yang memiliki kawasan perairan dan terumbu karang sebagai salah satu potensi daerah.
“Klungkung memiliki banyak potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama ITS, kami harapkan kerja sama ke depan berkembang ke berbagai sektor,” ujar Made Satria.
Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS A.A.B. Dinariyana Dwi Putranta ST MES PhD mengatakan, kolaborasi ITS dan Pemkab Klungkung nantinya dapat dikembangkan melalui empat ruang kerja sama.
Keempatnya meliputi Program Desa Binaan, pengembangan sistem informasi, jalur penerimaan mahasiswa melalui kemitraan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, ITS berharap teknologi yang dikembangkan di kampus tidak berhenti sebagai hasil riset, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan.
Dalam konteks keselamatan pelayaran, pemanfaatan AISITS pada kapal penyeberangan Klungkung menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemampuan pemantauan pergerakan kapal.
Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan bagi aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
Bagi ITS, kerja sama ini juga menjadi bagian dari kontribusi kampus terhadap pembangunan berkelanjutan.











