Iqbal mengatakan pihaknya juga tengah mendatangkan alat evakuasi untuk memindahkan crane ke posisi yang lebih aman agar tidak mengganggu pengguna jalan.
“Prinsipnya kami fokus terhadap penanganan pengguna jalan yang ada di arteri maupun di atas supaya tetap lancar,” katanya.
Selain crane, insiden tersebut juga berdampak pada sebuah tiang penerangan jalan umum (PJU).
Petugas kemudian melakukan penanganan untuk membuka akses lalu lintas.
Iqbal menambahkan, pekerjaan perkuatan lereng tersebut telah dimulai sejak Agustus 2026 dan hingga kini masih berlangsung.
“Memang areanya cukup sempit dan lerengnya cukup tajam. Ini kami melakukan perkuatan supaya di main road posisinya tetap aman,” ujarnya. (*)




