Kotoran ternak dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas untuk menjawab persoalan keterbatasan dan mahalnya sumber energi bagi masyarakat.
“Dengan penanganan yang tepat, kotoran ternak dapat dimanfaatkan menjadi biogas untuk memasak dan dapat dikonversi menjadi energi listrik,” tutur dosen Departemen Teknik Instrumentasi ITS itu.
Sementara di bidang pendidikan, TEP 03 ITS menjalankan penguatan literasi, numerasi, STEM, dan perilaku hidup sehat di Distrik Momi Waren.
Program tersebut juga disertai peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan Training of Trainers (ToT).
Sebanyak 3.000 modul literasi, numerasi, dan STEM turut diserahkan secara simbolis dalam kunjungan tersebut.
Agar program tidak berhenti setelah ekspedisi berakhir, ITS kemudian menggandeng perguruan tinggi di Papua Barat.
ITS, Universitas Papua (Unipa), dan Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung keberlanjutan Program Patriot.
Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Dr Machsus ST MT mengatakan, kolaborasi diperlukan karena keterbatasan waktu dan jarak membuat ITS tidak selalu dapat mendampingi program secara langsung.
“Untuk itu, kami berinisiatif menjalin kerja sama dengan Unipa dan UMPB supaya program yang sudah berjalan dengan baik dapat terus berlanjut,” pungkasnya. (*)









