Menurut Rio, informasi mengenai sesar seharusnya menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi.
Pemkot Surabaya perlu memastikan informasi yang diterima masyarakat berasal dari data yang benar, sekaligus melakukan pemetaan risiko dan memperkuat ketahanan bangunan serta infrastruktur vital.
“Jadi harus dipahami bahwa ada perbedaan yang mendasar antara Potensi dan Prediksi. Adanya sesar aktif adalah informasi Potensi bahaya, bukan prediksi bahwa gempa akan terjadi dalam waktu tertentu,” tegasnya.
Rio juga mendorong Pemkot Surabaya membuat kanal resmi yang secara khusus menyediakan informasi mengenai Sesar Surabaya dan langkah menghadapi risiko gempa.
Kanal tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak harus mencari informasi dari media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
“Buat kanal resmi tentang informasi mengenai ” Sesar Surabaya dan cara menghadapi resiko gempa ” sehingga warga kota Surabaya bisa mendapatkan informasi yang benar dan terhindar dari informasi dan istilah-istilah yang berbeda,” katanya.
Selain informasi, Rio meminta Pemkot mulai memikirkan audit ketahanan bangunan di Surabaya.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana bangunan masyarakat maupun fasilitas penting mampu menghadapi guncangan gempa.













