“Saya pikir semua memenuhi syarat. Pak Blegur (Blegur Prijanggono.Red) juga di pimpinan di provinsi itu pasti memahami bagaimana Surabaya dan sekitarnya. Semua boleh,” katanya.
Meski menyebut kapasitas Blegur, Ali belum mengarahkan pernyataan tersebut sebagai dukungan untuk kontestasi tertentu.
Golkar masih memiliki tahapan internal yang harus diselesaikan sebelum masuk ke pembahasan politik berikutnya.
“Kita fokus konsolidasi dulu. Konsolidasi ini selesai sampai tingkat paling bawah. Setelah itu kita harus Rakernas karena Rakernas itu untuk mengkonsolidasikan lebih teknis dan lebih operasional. Dan tentu setelah itu kita akan bicara persoalan berikutnya,” ujarnya.
Ali menegaskan, keputusan mengenai figur yang nantinya diusung Partai Golkar dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).












