Kondisi musim kemarau juga menjadi perhatian karena meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Patroli rayon ini merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Saya minta seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap mengedepankan sikap humanis, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi gangguan keamanan,” ujar Iptu Ida Bagus Nyoman Laksana.
Patroli menyasar sejumlah potensi gangguan yang kerap muncul pada malam hari.
Personel mengantisipasi penyakit masyarakat (pekat), kejahatan jalanan, tawuran remaja, premanisme, hingga tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Selain itu, personel turut memantau aktivitas masyarakat yang masih berlangsung pada malam hari.













