Meski meminta masyarakat tetap tenang, Amien menilai kewaspadaan tetap diperlukan.
Pemerintah daerah justru perlu menjadikan isu tersebut sebagai momentum untuk memperkuat mitigasi bencana di Surabaya.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memasang alat untuk mendeteksi pergerakan maupun pergeseran tanah.
Data pemantauan tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari upaya memahami potensi aktivitas patahan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan.
Selain alat pemantauan, pemerintah juga dinilai perlu memiliki peta kawasan yang memiliki potensi risiko gempa.
Peta tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan, termasuk memastikan bangunan di kawasan berisiko memenuhi standar konstruksi tahan gempa.
Dengan begitu, informasi mengenai patahan tidak berhenti sebagai isu yang memicu kekhawatiran publik.
Justru, keberadaan patahan dapat menjadi pengingat agar pemerintah dan masyarakat sama-sama memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
Upaya tersebut sekaligus mendukung komitmen ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dengan mendorong terciptanya kawasan perkotaan yang lebih tangguh menghadapi potensi bencana. (*)













