“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi,” tuturnya.
Bagi Prabowo, menang dan kalah merupakan bagian dari proses politik. Persaingan tetap diperlukan, begitu pula kritik terhadap kebijakan maupun pilihan politik.
Namun, perbedaan tersebut tak boleh menghilangkan persatuan sebagai satu bangsa.
Pada kesempatan itu, Prabowo turut mengapresiasi dukungan Partai Demokrat pada Pemilu 2019 dan 2024.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya kesamaan cita-cita dan prinsip dalam membangun Indonesia.
“Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama,” pungkasnya. (*)












