Sepanjang 2026, Puan juga menekankan sejumlah agenda strategis DPR, termasuk pembahasan rancangan undang-undang dan pengawasan terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Sebagai salah satu perempuan yang menduduki posisi tertinggi dalam struktur politik nasional, Puan Maharani juga kerap berbicara mengenai peran perempuan dalam pengambilan kebijakan.
Dalam forum Kaukus Perempuan Parleme8n Republik Indonesia pada Mei 2026, Puan menegaskan bahwa perempuan tidak cukup hanya hadir sebagai simbol keterwakilan di parlemen.
Menurutnya, kehadiran perempuan harus mampu diterjemahkan menjadi perubahan nyata melalui kebijakan publik yang berdampak bagi masyarakat.
Puan juga menekankan bahwa perempuan harus memiliki ruang untuk menjadi pengambil keputusan, bukan hanya menjadi pihak yang menerima dampak dari sebuah kebijakan.
Dengan pengalaman sebagai anggota DPR RI, Menko PMK hingga dua periode memimpin DPR RI, Puan Maharani menjadi salah satu figur perempuan paling berpengaruh dalam perjalanan politik Indonesia saat ini.
Posisinya sebagai Ketua DPR RI menempatkan Puan di pusat berbagai proses politik nasional, mulai dari pembahasan undang-undang, hubungan antara DPR dan pemerintah, hingga dinamika politik antarpartai.
Di tengah perubahan politik pasca-Pemilu 2024 dan perjalanan pemerintahan baru, Puan tetap menjadi salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam menjaga komunikasi politik di tingkat nasional.
Perjalanan politiknya pun masih terus berlanjut. Dengan masa jabatan DPR RI periode 2024-2029 yang masih berjalan, kiprah Puan Maharani akan tetap menjadi bagian penting dalam dinamika politik Indonesia hingga beberapa tahun ke depan. (s)










