Cakrawala DaerahCakrawala KeadilanCakrawala PasarUMKM

Skor Tertinggi Self Assessment Kecamatan Berdaya, Pagerbarang Jadi Sasaran Monitoring Jateng ‎

×

Skor Tertinggi Self Assessment Kecamatan Berdaya, Pagerbarang Jadi Sasaran Monitoring Jateng ‎

Sebarkan artikel ini
Monitoring Kecamatan Berdaya di Pagerbarang Jadi Sasaran Tim Pembina Jawa Tengah
Monitoring Kecamatan Berdaya di Pagerbarang Jadi Sasaran Tim Pembina Jawa Tengah
 
Tegal, Cakrawalanews.Co | Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, menjadi salah satu dari 21 kecamatan di Jawa Tengah yang mendapat kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kecamatan Berdaya. Kunjungan Tim Pembina Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara hasil self assessment dengan kondisi nyata di lapangan.
‎Monitoring dan evaluasi dilaksanakan Jumat (21/8/2026), dengan mencermati perkembangan program sekaligus mencocokkan data yang telah dientri dalam sistem monitoring dan evaluasi dengan pelaksanaan program di tingkat kecamatan dan desa.
‎Kecamatan Pagerbarang mendapat perhatian khusus karena mencatatkan skor tinggi, bahkan menjadi kecamatan dengan skor tertinggi dalam self assessment Kecamatan Berdaya.
‎”Kecamatan Pagerbarang saat ini memiliki skor tertinggi di self assessment. Kedatangan Tim Monev Provinsi untuk memonitoring sekaligus mencocokkan data,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tegal, Nurhayati, saat pelaksanaan monitoring.
‎Nurhayati menjelaskan, pelaksanaan monitoring tidak sekadar melihat capaian administratif, tetapi juga memastikan program yang dilaporkan benar-benar telah diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎Ada empat indikator utama yang menjadi perhatian dalam monitoring Kecamatan Berdaya. Keempatnya meliputi Program Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pemberdayaan lanjut usia (lansia), pemberdayaan pemuda, serta penyediaan dan pemanfaatan layanan Sport Center.
‎Pasar MBG Libatkan 47 UMKM
‎Pada indikator pemberdayaan pemuda, salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Pasar MBG atau Mangan Bayar Godong yang berada di kawasan hutan jati.
‎Pasar tersebut menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Sebanyak 47 UMKM terlibat dalam kegiatan tersebut.
‎”Pasar MBG melibatkan 47 UMKM. Pasarnya sendiri dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu,” ujar Nurhayati.
‎Ke depan, pengembangan Pasar MBG diarahkan tidak hanya sebagai pasar akhir pekan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kawasan kuliner atau pujasera. Penambahan fasilitas pendukung, termasuk WiFi publik, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
‎Pemberdayaan pemuda juga dilakukan melalui Relawan TIK. Para pemuda turut membantu masyarakat, khususnya kaum ibu, memanfaatkan teknologi digital untuk membuka peluang usaha melalui program affiliate.
‎Upaya tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
‎Dua Sekolah Lansia hingga 13 Sport Center
‎Pada indikator perlindungan dan pemberdayaan lansia, Kecamatan Pagerbarang telah memiliki dua sekolah lansia. Program tersebut tidak hanya memberikan edukasi mengenai kesehatan, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
‎Sementara pada aspek perlindungan perempuan dan anak, telah tersedia unit pelayanan terpadu yang menjadi bagian dari upaya memberikan akses layanan kepada masyarakat ketika terjadi persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
‎”Untuk mendukung kesehatan masyarakat, telah disediakan Sport Center di 13 titik di desa-desa yang juga dapat digunakan untuk gelaran turnamen,” kata Nurhayati.
‎Keberadaan fasilitas olahraga di berbagai titik tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga sekaligus menjadi ruang interaksi sosial dan kegiatan positif bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
‎Dari 576 Kecamatan, Baru 21 Dimonitor
‎Tim Pembina Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah menyebut, dari 576 kecamatan di Jawa Tengah yang telah mengisi instrumen self assessment Kecamatan Berdaya, sebanyak 432 kecamatan telah menyelesaikan proses tersebut.
‎Dari 432 kecamatan tersebut, sebanyak 21 kecamatan dipilih untuk mendapatkan monitoring, uji petik, dan pendampingan secara langsung. Kecamatan Pagerbarang dan Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, termasuk di dalamnya.
‎Tingginya hasil self assessment menjadi salah satu alasan kedua kecamatan tersebut dipilih. Tim ingin memastikan apakah capaian yang tercatat dalam sistem benar-benar sesuai dengan implementasi program di lapangan.
‎Pagerbarang menjadi salah satu kecamatan yang menarik perhatian karena meski bukan merupakan lokasi pilot project Kecamatan Berdaya, mampu memperoleh nilai tinggi dalam self assessment.
‎Sementara Kecamatan Balapulang merupakan salah satu kecamatan yang menjadi pilot project Kecamatan Berdaya pada 2025. Kecamatan tersebut juga mencatatkan capaian tinggi dan masuk dalam 10 besar kecamatan pilot project Kecamatan Berdaya di Jawa Tengah.
‎Dipimpin Bayu Tri Wirawan
‎Monitoring di Kecamatan Pagerbarang dipimpin Bayu Tri Wirawan, SSTP, M.M, selaku PSM Ahli Muda Dispermades Dukcapil.
‎Tim juga melibatkan Heri Priyono, S.IP, M.Sos, Perencana Ahli Muda Bappeda, serta Arrezqi dari Polines sebagai bagian dari tim teknis dari unsur akademisi.
‎Kehadiran unsur pemerintah, perencana, tim teknis, dan akademisi tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian sekaligus pendampingan yang lebih komprehensif terhadap pelaksanaan Kecamatan Berdaya.
‎Monitoring juga menjadi momentum untuk melihat langsung berbagai inovasi yang telah dikembangkan Kecamatan Pagerbarang, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.
‎Program Kecamatan Berdaya sendiri menempatkan kecamatan sebagai garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kelengkapan data dan laporan, tetapi dari sejauh mana program mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
‎Melalui monitoring, uji petik, dan pendampingan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap empat program utama Kecamatan Berdaya dapat terus dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.
‎Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, komunitas, pelaku UMKM, pemuda, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar berbagai inovasi yang telah berjalan di Pagerbarang dapat semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Tgh) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *