“Kita targetnya untuk kita di globalisasi, internasionalisasi, terutama di program studi, sudah beberapa program studi yang sudah kita siapkan, tinggal menunggu batch-nya saja ya, sudah kita siapkan untuk submit,” jelasnya.
Langkah tersebut diperkuat dengan capaian akademik Untag Surabaya. Harjo menyebut terdapat empat program studi yang berhasil memperoleh akreditasi Unggul pada tahun ini.
Untag Surabaya juga meraih predikat Gold Band dalam penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
“Gold Band kita tinggal satu tingkat lagi namanya tingkat kematangan, tingkat kematangannya, itu Gold. Jadi kita meraih emas untuk itu. Artinya, karena itu sudah kategori akreditasi internasional, levelnya sudah di situ. Sehingga kita sebenarnya sudah sangat siap untuk menuju internasional untuk program studi,” ungkapnya.
Selain membidik pasar kerja internasional, Untag Surabaya juga mendorong lulusan memiliki kemampuan menciptakan lapangan kerja.
Kampus telah menyiapkan roadmap kewirausahaan yang dimulai dari pembelajaran melalui mata kuliah, pendampingan, hingga inkubator bisnis.
Harjo menegaskan, lulusan Untag Surabaya diharapkan memiliki pilihan lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pengurangan pengangguran, kami ada program roadmap untuk kewirausahaan. Jadi lulusan kami juga tidak hanya mencari pekerjaan tapi juga bisa untuk membuka lapangan kerja. Karena kami ada roadmap mulai dari mata kuliah sampai pendampingan, sampai pada inkubator bisnis sudah kita siapkan,” pungkasnya. (s)






