Harjo mengatakan, pengalaman sang alumni menunjukkan bahwa bekal akademik saja belum cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.
“Beliau menyampaikan bahwa hanya sekedar ilmu pengetahuan yang didapatkan dari kampus itu kurang, perlu dibekali dengan kompetensi-kompetensi yang lain. Perlu dilengkapi oleh kompetensi yang lain supaya bisa berdaya saing di tingkat global,” ujar Harjo setelah Wisuda di pada Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, sosok alumni yang berhasil bekerja di luar negeri sengaja dihadirkan agar para wisudawan mendapatkan motivasi dari pengalaman nyata, terlebih karena keberhasilan tersebut diraih oleh lulusan Untag Surabaya sendiri.
“Kalau contohnya atau yang menyampaikan itu adalah alumni kita sendiri, setidaknya akan menambah greget, menambah daya juang, menambah motivasi untuk mereka ternyata lulusan Untag bisa bersaing sampai ke internasional,” katanya.
Harjo menuturkan, keberhasilan alumni berkarier di luar negeri sejalan dengan arah pengembangan Untag Surabaya yang tengah memperkuat internasionalisasi pendidikan.
Saat ini, kampus telah menyiapkan empat program studi jenjang S1 untuk mengikuti tahapan internasionalisasi. Keempatnya yakni Teknik Mesin, Teknik Sipil, Sastra Inggris, dan Ilmu Hukum.






