Teknologi tersebut tak hanya berpotensi diterapkan pada sepeda motor. Konsep monitoring suhu secara real time juga dapat dikembangkan untuk kebutuhan pendidikan maupun industri, terutama pada mesin atau motor yang beroperasi secara terus-menerus.
Dengan informasi suhu yang dapat dipantau secara langsung, pengguna bisa mengetahui adanya perubahan kondisi mesin lebih cepat. Hal ini dinilai dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Menariknya, ide tersebut berangkat dari kegemaran Fendy terhadap dunia otomotif. Di tengah kesibukannya sebagai pekerja, ia tetap menjalani perkuliahan kelas malam hingga mampu menyelesaikan studi dalam waktu empat tahun dengan IPK 3,63.
Kecintaannya terhadap sepeda motor dan mobil kemudian mendorong Fendy memilih topik tugas akhir yang dekat dengan minatnya.
“Judul ini muncul karena saya memang hobi otomotif. Selain itu, saya ingin membuat sistem monitoring yang lebih kompleks dibandingkan sistem pada sepeda motor yang umumnya hanya menggunakan indikator lampu ketika terjadi overheat,” jelas Fendy.




