Keterlibatan perusahaan, lanjutnya diperlukan agar peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis. Mereka juga perlu mengenal standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Upaya menyiapkan sumber daya manusia juga berkaitan dengan investasi. Kehadiran penanam modal dapat memberikan peluang ekonomi baru, tetapi manfaatnya akan lebih besar apabila tersedia calon pekerja dengan keahlian yang sesuai bidang usaha yang berkembang.
Untuk itu, pemetaan sektor ekonomi perlu dilakukan sejak awal. Hasil pemetaan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis pelatihan yang relevan, termasuk untuk menghadapi kebutuhan profesi yang muncul akibat otomatisasi, teknologi, dan penerapan praktik ramah lingkungan.
“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” tutur Afriansyah.












