Kemnaker, katanya siap membantu melalui satuan pelayanan pelatihan yang berada di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun pembelajaran yang selaras dengan karakter ekonomi lokal dan peluang pekerjaan yang tersedia.
Afriansyah menyebut penyusunan materi pelatihan juga perlu melibatkan perusahaan. Kesenjangan antara kemampuan lulusan dan kualifikasi yang ditetapkan pemberi kerja atau mismatch masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan.
Karena itu, pemerintah setempat perlu mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match. Pola tersebut dapat diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat agar pembelajaran memiliki keterkaitan langsung dengan dunia profesional.
“Harapan kami seluruh perusahaan di daerah betul-betul bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga program link and match dengan SMA dan SMK sederajat dapat berjalan dengan baik,” kata Afriansyah.












