Nuansa klasik dipadukan dengan material modern sehingga tetap nyaman digunakan pemain selama menjalani pertandingan pramusim.
Senior Manager Brand AZA dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim, mengatakan jersey tersebut dirancang untuk menghadirkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan Eri Irianto kepada generasi baru suporter Persebaya.
“Jersey ini bukan sekadar apparel pertandingan. Kami ingin menghadirkan kembali cerita dan nilai perjuangan Eri Irianto agar tetap hidup di tengah keluarga besar Persebaya,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Persebaya.
Nama Eri Irianto memiliki tempat istimewa dalam sejarah Green Force. Gelandang bertahan tersebut membela Persebaya pada periode 1998–2000 sebelum meninggal dunia setelah kolaps saat pertandingan menghadapi PSIM Yogyakarta pada 3 April 2000.













