Secara langsung Risma mengucapkan belasungkawa dan turut prihatin kepada masing-masing keluarga korban. Lantas ia kemudian secara simbolis memberikan santuan kepada masing-masing keluarga yang ditinggalkan.
“Semua kita tanggung, tidak perlu khawatir. Nanti diurusi sama dinas kesehatan. Yang penting sekarang harus kuat,” kata Risma saat mengunjungi ayah dari dua anak korban meninggal ledakan bom di Rumah Duka Adi Jasa.
Adapun kedua anak yang meninggal dunia saat ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya adalah Vinsencius Evan umur 11 tahun dan Nathel berumur delapan tahun, warga Barata Jaya Surabaya.
Evan diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Nathel sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bedah Surabaya beberapa jam sebelum akhirnya meninggal pada Minggu (13/5) malam.
Ery yang merupakan bapak dari dua anak yang meninggal dunia tersebut mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Surabaya melalui Risma. “Saya kuat kok bu,” katanya.
Risma mengatakan bantuan tersebut tidak hanya diberikan keluarga Ery saja, melainkan juga kepada keluarga korban meninggal atau korban luka-luka lainnya.
“Jadi semua nanti pengobatan, proses pemakann dan lainnya ditanggung pemkot,” kata Risma.
“Keluarga tidak perlu khawatir. Tadi ada yang tanya, bagaimana untuk kontrol dan lainnya, kami bilang akan bantu selesaikan,” katanya.
Ada tiga gereja yang terkena ledakan bom yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro dan GPPS Jalan Arjuna pada Minggu (13/5) dan Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi. Aksi teror peledakan bom tersebut menewaskan sekitar 18 orang dan puluhan orang terluka.(ant)












