“Mohon maaf kalau saya baru bisa datang ke sini, karena dari kemarin masih ada pekerjaan yang belum bisa ditinggalkan,” kata Risma kepada istri korban Bayu, Monic Dwi, seperti dikutip dari Antara (15/5/2018).
Terlihat Risma juga ikut prihatin dan sedih atas peristiwa yang dialami Bayu. Ia pun juga tak tega melihat anak yang ditinggalkan korban masih berusia balita. Ia lantas mengunggah istri korban dengan memberikan dorongan semangat agar tabah dan sabar dalam menjalani cobaan.
“Bapakmu pahlawan nak. Kalau tidak ada bapakmu, mungkin korban yang jatuh di sana bisa jauh lebih banyak lagi,” kata Risma kepada anak pertama almarhum Aloysius yang masih berusia 2,5 tahun saat digendong ibunya, Monic Dwi.
Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini tidak kuasa menahan air matanya. Hal ini dikarenakan dirinya turut sedih memikirkan masa depan kedua anak mendiang Bayu yang harus ditinggalkan sang ayah akibat tindakan biadab dari para teroris.
Tak hanya berhenti sampai di sana, mantan Kepala Bappeko Surabaya ini juga nampak menciumi kedua anak suami dari Monic Dwi itu.
“Kamu harus bangga sama bapakmu, nanti kalau besar yang pinter ya,” kata Risma kepada anak kedua yang baru berusia 10 bulan.
Setelah dianggap cukup kunjungan ke rumah almarhum Bayu, Risma melanjutkan bersama jajaran melanjutkan kunjungannya ke keluarga korban ledakan bom lainnya.
Ia mendatangi rumah duka Adi Jasa di Jalan Demak No. 90-92 Surabaya. Ada sekitar enam orang yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri disemayamkan secara bersamaan di rumah duka Adi Jasa Surabaya.
Adapun rinciannya korban ledakam bom yang meninggal dunia yakni Martha Djumani (54), kakak beradik Evan (11) dan Nathan (8), Sri Puji Astutik (60), Go Derbin Ariesta (66) dan Tee Suk Tjien (64).












