Surabaya, CakrawalaNews.co | Siapa sangka, stiker kotak hitam-putih berlogo QRIS yang awalnya hanya kita temukan di kasir pusat perbelanjaan, kini tersebar hingga ke gerobak siomay keliling, kotak amal masjid, bahkan di mal-mal megah di luar negeri.
Sejak pertama kali diluncurkan, Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS (dibaca KRIS) telah mengubah total lanskap transaksi di Indonesia.
Bukan lagi sekadar tren, metode pindai kode unik ini telah menjelma menjadi kebutuhan primer masyarakat modern dalam bertransaksi sehari-hari.
Bagaimana awal mula perjalanannya hingga bisa sepopuler sekarang? Mari kita kilas balik sejarahnya.
Sebelum QRIS lahir, setiap penyedia dompet digital (e-wallet) memiliki kode QR sendiri-sendiri. Pemandangan meja kasir yang penuh sesak dengan standing pameran akrilik dari berbagai merek fintech sempat menjadi hal lumrah.
Kondisi ini tidak efisien, baik bagi pedagang maupun pembeli.
Melihat masalah tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengambil langkah besar untuk melakukan standardisasi.
Pengenalan Resmi pada 17 Agustus 2019
Bank Indonesia resmi memperkenalkan QRIS kepada publik bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-74. Jargon awalnya adalah UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, Langsung).
Kewajiban Implementasi mulai 1 Januari 2020
BI mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai di Indonesia untuk mengintegrasikan sistemnya ke dalam satu kode universal: QRIS.
Lalu katalis pandemi di tahun 2020 – 2021
Pandemi Covid-19 mempercepat adopsi QRIS secara masif. Transaksi nirsentuh (contactless) menjadi solusi utama masyarakat untuk menghindari kontak fisik.
Setelah itu adanya evolusi Fitur & Jargon Baru di 2023 Jargon diperbarui menjadi CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal). BI juga merilis fitur QRIS TUNTAS (Transfer, Tarik Tunai, Setor Tunai).
Lompatan Besar QRIS Antarnegara (Cross-Border)
Kejutan terbesar dari QRIS bukan hanya terjadi di dalam negeri, melainkan ekspansinya ke kancah internasional.
Di bawah payung kerja sama konektivitas pembayaran regional, turis Indonesia kini tidak perlu lagi pusing menukarkan uang fisik atau membawa kartu kredit saat pelesiran ke luar negeri.
Hingga pertengahan tahun 2026, jaringan QRIS telah resmi meluas dan bisa digunakan secara langsung di berbagai negara Asia:
– Thailand (Sejak Agustus 2022)
– Malaysia (Sejak Mei 2023)
– Singapura (Sejak November 2023)
– Jepang (Sejak Agustus 2025)
– Korea Selatan (Sejak April 2026)
– Tiongkok/China (Terbaru, resmi meluncur penuh pada 30 April 2026)
Dengan kerja sama ini, pelancong asal Indonesia cukup membuka aplikasi perbankan atau e-wallet nasionalnya untuk memindai kode QR merchant di negara-negara tersebut. Konversi mata uang pun berjalan otomatis secara langsung dengan kurs yang kompetitif.





